Biasanya luka membuat kita terpuruk, luka mengganti kebahagiaan menjadi rasa sakit. Tapi, meski selalu demikian, tetaplah berterimakasih pada luka. Bukankah tidak ada orang yg dapat menjadi lebih kuat dari rasa bahagia? Luka membuka kesempatan agar kita semakin kuat, semakin hebat dan semakin dewasa. Dari luka, kita banyak belajar. Luka juga memberi kita ilmu pengetahuan dan pengalaman terbaik. Karena tanpa luka, kita tidak bisa tumbuh menjadi yang lebih baik. Ya, karena kita tidak punya perbandingan antara rasa sakit dan bahagia. Sejatinya tidak pernah ada luka yang terlalu sederhana untuk disembuhkan. Karenanya, tentu tidak pernah pula ada luka yg terlalu sederhana untuk dapat menumbuhkan kita. Menariknya, terkadang luka sungguh sulit dihindari, bahkan nyaris tidak bisa. Karena luka tidak melulu berasal dari pihak selain diri kita. Saat kita terluka, kita kerap mendefenisikan bahwa kita adalah korban. Tapi, ternyata tidak selalu demikian. Terkadang kita justru menjadi kor...
Terimakasih telah bersinggah. Aku, Anggi Putri Rizkya. Selamat membaca tulisanku..