Foto by Anggi Putri Rizkya
Tulisan ini akan panjang, tapi jangan kecewa karena ini bukan iklan.. tentang pengalaman unik senior organisasi, eh salah suhu maksudnya.. skip aja kalo gak suka baca, atau boleh baca hikmahnya saja..
Inisialnya MN, panggilannya Tina, Titin, Iin, Iing, Ningsih,
Asih, Nining, Ina, Mina, Sisih, dan masih banyak lagi..
Tapi emang itu semua adalah namanya, bukan nama samaran..
Dia bilang begini "namo akak banyak, sabanyak pacar
akak dulu pas zaman kuliah, tahun duo ribu ampek"
Sebenernya MN saat masa kuliah adalah gadis tomboi yg cantik
dan aktif berorganisasi. Awalnya sebagaimana gadis tomboi lainnya, sulit
tertarik pada lawan jenis. Tapi, 1 sebab menjadikannya penasaran untuk
pacaran..
Wow, aku curiga diawal.. terkesan berbau pemanfaatan kaum
adam..
"Alasannya Ilmu, karano akan suko ilmu dan suko
manggaleh. Akak jadikan pacar-pacar akak tu tampek akak mancari ilmu. Jadi
syarat utama manjadi pacar akak adalah IPK harus 3,75 (yakinlah, ini terlalu
tinggi untuk universitas negeri 😭). Jadi, kalo ndak
pintar yo dak usah lah jadi pacar akak, hahahaa"
Aku langsung mengajukan 2 pertanyaan.
1. Kenapa harus jadi pacar untuk bisa kita ambil ilmunya
2. Sebanyak apa kakak pasang pacar saat itu
"Sebenernya kk gak mau pacaran, karna itu menyangkut
harga diri akak. Tapi, karna orang-orang zaman dulu adalah pejuang. Beragam
cara akan mereka tempuh untuk mendapatkan wanitanya. Padahal ya aktivitas
pacarannya bukan jalan, nongkrong kayak anak-anak sekarang. Tapi, diskusi ilmu.
Pacar kk ada enam puluh enam (iya gais aku gak salah denger, 66). Semuanya
harus patuh terhadap kriteria yg kk berikan dan mereka semua menyanggupi"
Aku pernah denger orang pasang 3 aja udah kaget. Kok bisa
ini 66?🧟
"Jadi, karna mereka dari segala jurusan yang ada di
Unand. Kemudian kakak mix lah keilmuan mereka semua. Misalnya ini, sebuah
produk kecantikan yg kakak produksi dan sudah kk ekspor ke beragam negara,
ilmunya yaaa dari pacar-pacar kakak. Jadi, sebenernya kk pacaran bukan karena
tertarik pada orangnya, tapi karena untuk penelitian. Tapi, jangan negatif
thinking ya, kk gak merusak mereka kok. Bahkan mantan-mantan kk semua
Alhamdulillah juga sudah sukses dibidangnya masing-masing. Tapi, produk kk
tetap berjalan, heheheee"
Begitu lah gais, ceritanya. Karna aku tidak berniat iklan,
jadi aku tidak spill produknya ya gais. Pokoknya produk herbal untuk kesehatan
dan kecantikan. Sekarang si kk sudah punya 45 produk yg di produksi di 15 rumah
produksi yg tersebar di seluruh Indonesia. Produknya lebih banyak ia jual
keluar negeri, karna begitulah bedanya pemerintah Indonesia dengan pemerintah
Singapura dalam menyeleksi produk untuk masyarakatnya sendiri.
Banyak orang sukses sekarang yg zaman dulunya susah payah
sekali cari ilmu. Seberjuang itu demi ilmu. Lalu, zaman sekarang ilmu itu mudah
sekali didapat, harganya juga murah, yang susah adalah mental dan kemauan
orang-orang untuk belajar..
😭 Entahlah, aku pun jadi
merasa aku masih miskin ilmu..
Komentar
Posting Komentar