Langsung ke konten utama

Sajadah Basah



Panas terik matahari membakar kulitku yang memang sudah kering dan kusam. Aku melangkah sempoyongan tak tentu arah. Menyesali semua jalan yang pernah ku pilih. Aku merasa lelah padahal belum berjuang.

Beginikah pilunya jadi pengangguran bergelar sarjana?

Setiap hari sesak dadanya, setiap hari dirudung pikiran sendiri yang berkecamuk tak berkesudahan.

Merasa kendali hidup dipegang semata. Lupa atas kuasa Tuhan dan do'a orang tua. Meratapi yang sebenarnya tidak ada. Pikiran masa depan, penyeselan masa lalu, ketakutan masa sekarang yang tak berkesudahan menghujat kepercayaan diri dan mental.

Semakin hari semakin tak kuasa menahan gejolak nurani sendirian. Airmata berjatuhan namun tak satupun yang mampu mengusap. Kadang, merasa bahagia sesederhana minum kopi susu dingin. Setelah kopi habis ditenggak, perasaan kembali mengamuk sampai larut malam dan tertidur.

Besoknya badan sakit-sakitan, bukan karena kelelahan. Tapi, karna semangat yang telah padam. Tidak ada awal dan akhir hari. Semua detik sama, menjelma menjadi pedang yang tak punya lawan. Siap menerkam, menyayat-nyayat surat penantian.

Lalu, kemana aku bisa pergi?

Hanya sujudku yang maraup airmata. Sajadah basah sudah biasa. Saksi bisu do'a yang tak kunjung menyapa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Untuk Kesayangan Baba & Umma

Hai Alvaro Kaisar Idris, disini umma akan ceritakan perjuangan umma saat masa hamil dan melahirkanmu ya nak. Agar kamu tau dan mampu menghargai setiap perempuan. Part 1 Masa Kehamilan  Dimulai dari rasa bahagia yang bercampur aduk dengan gelisah, takut dan tidak siap. Umma melihat garis dua di alat tes kehamilan yang baru saja umma beli. Awalnya ragu dengan hasil yang terlihat, karna samar samar. Umma coba sekali lagi dan hasilnya sama. Dengan perasaan terharu yang bercampur gelisah, umma menyampaikan pada baba bahwa umma hamil. Saat itu sejujurnya umma belum siap, karna banyak hal. Tapi tentu banyak tangan yang berdoa untuk kehadiranmu sayang. Bukan, bukan umma tidak mengharapkanmu. Umma takut ini bukan waktu yang tepat. Umma takut tidak amanah, sebab umma belum banyak belajar. Seharusnya umma belajar dan siapkan mental dulu kan nak. Supaya kamu tumbuh lebih beruntung dari baba dan umma. Sejak kami tau kehadiranmu. Umma memutuskan untuk mengurangi aktivitas umma, tentunya juga pad...

Hadiah Terindah Menjelang Anniversary 1 Tahun Pernikahan Baba & Umma

  Anakku sayang, ini part 2 ya. Kamu harus baca part 1 dulu cerita umma. Kamu adalah hadiah terindah dari Allah SWT yang hadir dalam hidup baba dan umma menjelang anniversary 1 tahun pernikahan baba dan umma di tanggal 9 Juni 2024 lalu. Umma sangat bersyukur atas kehadiranmu. Umma senang sekali kamu telah lahir, umma jadi punya teman di rumah. Soalnya baba sibuk sekali, banyak sekali pekerjaannya, umma jadi sering sendirian di rumah. Part 2 Saat Melahirkan  Dalam menghadapi kelahiranmu, umma tidak hanya berbekal do'a. Umma dan Baba ikut kelas Online "Melahirkan dengan Nyaman". Umma juga membaca buku kehamilan yang isinya tentang masalah-masalah yang dihadapi para ibu saat masa hamil hingga melahirkan. Diantaranya ada kisah ibu yang hampir meninggal, juga ada kisah sang buah hati yang tidak dapat diselamatkan. Kisah-kisah pilu itu diantaranya akibat kurangnya ilmu. Maka untuk Alvaro, banyaklah belajar dari beragam sumber, semakin banyak ilmu tentu semakin jauh dari kebodoh...