Hai Alvaro Kaisar Idris, disini umma akan ceritakan perjuangan umma saat masa hamil dan melahirkanmu ya nak. Agar kamu tau dan mampu menghargai setiap perempuan.
Part 1 Masa Kehamilan
Dimulai dari rasa bahagia yang bercampur aduk dengan gelisah, takut dan tidak siap. Umma melihat garis dua di alat tes kehamilan yang baru saja umma beli. Awalnya ragu dengan hasil yang terlihat, karna samar samar. Umma coba sekali lagi dan hasilnya sama.
Dengan perasaan terharu yang bercampur gelisah, umma menyampaikan pada baba bahwa umma hamil. Saat itu sejujurnya umma belum siap, karna banyak hal. Tapi tentu banyak tangan yang berdoa untuk kehadiranmu sayang.
Bukan, bukan umma tidak mengharapkanmu. Umma takut ini bukan waktu yang tepat. Umma takut tidak amanah, sebab umma belum banyak belajar. Seharusnya umma belajar dan siapkan mental dulu kan nak. Supaya kamu tumbuh lebih beruntung dari baba dan umma.
Sejak kami tau kehadiranmu. Umma memutuskan untuk mengurangi aktivitas umma, tentunya juga pada bisnis yang baba dan umma baru saja berkembang.
Umma banyak mengonsumsi vitamin, buah, susu khusus, dan pilah pilih soal makanan dan minuman. Bahkan umma berusaha keras meninggalkan kesukaan umma minum kopi. Saat itu dalam benak kami "kamu harus sehat, bertumbuh, dan berkembang."
![]() |
Mengandung : Saat usia kandungan umma 8 bulan. Masa hamil yang indah adalah di bulan ke-4 sampai 7. Setelahnya umma sakit lagi, sering mual dan kelaparan. |
Bulan pertama, semuanya baik-baik saja. Banyak sekali umma bersyukur atas kemudahan yang diberikan Allah. Namun, ketika masuk di bulan kedua, semua rasa berubah. Indera penciuman makin tajam, umma mual mencium sabun, sabun cuci piring dan minyak goreng. Kalau ke dapur, umma rasanya pusing dan pasti langsung muntah.
Terkadang umma tak sempat muntah ditempat yang seharusnya karna ketidaksanggupan umma bergerak cepat. Muntah umma pernah berceceran di ruang tamu dan di kamar. Tapi sungguh besar sabar baba, tak pernah marah atau sekadar menegur. Ia selalu bersihkan muntah umma sepulang mengajar. Nyapu, ngepel, cuci piring, pakaian, hingga memasak. Semua dikerjakan setiap hari, sebelum berangkat dan sepulang dari mengajar. Baba selalu merapikan rumah agar umma merasa nyaman.
Nanti, banyaklah belajar dari baba. Dia adalah laki-laki yang mampu menghargai perempuan, tak pernah merendahkan dan senang membantu istrinya, ibunya, dan bahkan mertuanya.
Suatu malam, rasa mual itu makin parah, umma terus-terusan muntah setiap 10 menit. Mulai Maghrib sampai subuh, umma terus-terusan muntah sampai tersisa cairan warna kuning dan kadang disertai darah. Umma lemas, menangis dan meminta ampun kepada Allah. Baba juga sama, perasaannya gelisah, ia pasti juga berlinang airmata menyaksikan kesakitan umma saat itu.
Pukul 12 malam, umma minta dibuatkan jus apel hangat. Untunglah ada beberapa apel di kulkas. Baba langsung buatkan saat itu juga. Alhamdulillah rasa mual sedikit terobati walau hanya beberapa saat saja. Paginya kami memutuskan untuk pulang ke rumah nenek di Pangkatan 10, berharap umma akan lebih baik di kampung.
Dalam perjalanan dengan kreta api bisnis, umma menahan muntah dengan tidak makan dan minum apapun. Tapi, itu saja tidak cukup. Umma masih muntah-muntah. Orang di sekitar mulai membicarakan umma, menanyakan pada baba. Saat baba bilang umma hamil, untunglah seisi kreta memahami dan mengucapkan syukur.
6 jam di kreta umma merasakan sakit di tenggorokan umma, kering dan kaku. Akhirnya umma minum air putih. Dan yang terjadi adalah umma muntah dan berdarah. Sakit yang luar biasa. Umma bahkan jadi trauma dan gak bisa minum air putih selama 1 Minggu.
Umma terus berpikir, mungkin minuman lasegar rasa strawberry bisa membantu menyegarkan tenggorokanku. Sesampainya di stasiun, baba langsung cari minuman itu. Tapi yang tersedia hanya rasa melon. Umma minum, tapi ternyata tidak juga pas di tenggorokan umma.
Dalam perjalanan ke Pangkatan, baba dan umma dijemput nenek dan om Yopi. Kami singgah di beberapa Indomaret. Tapi hasilnya nihil, rasa jeruk, rasa leci, rasa mix lemon dan leci. Sampai akhirnya kami menyerah.
Sampai di Pangkatan, umma tidak bisa minum apapun kecuali lasegar atau minuman cap badak. Selain kedua ini, umma akan muntah berkali-kali sampai habis isi perutnya.
Nenek pun mencari kesana kemari lasegar rasa strawberry. "Ini ada rasa strawberry, buk. Tapi cap badak, bukan lasegar, buk" ucap Wak Anto, pemilik grosir depan rumah nenek.
Akhirnya selama hampir seminggu Wak Anto pun ikut berpartisipasi mencari minuman lasegar rasa strawberry di toko langganannya.
Umma kehabisan cairan, karna terus-terusan muntah tapi tidak juga bisa makan dan minum. Dalam sehari, umma cuma bisa minum 2 kaleng lasegar dan 3 keping roti mari. Umma tidak bisa tidur, tidak juga nyaman berbaring di kasur. Umma duduk di kursi agak bisa tidur dan meletakkan diri umma di dapur paling belakang dekat kamar mandi. Supaya umma bisa muntah dengan mudah dan mudah juga untuk dibersihkan. Karena terlalu sakit, akhirnya umma pun di infus selama 2 hari karna kehabisan tenaga.
Setelah hari ke tujuh di rumah nenek dan akhirnya tiba juga.
"Buk, sudah ada ini lasegar rasa strawberry nya." Ucap Wak Anto kepada nenek.
Nenek pun membeli 2 kaleng. Kamu tau apa yang terjadi selanjutnya, Alvaro?
Umma langsung tenggak minuman itu. Berharap akan lega selega-leganya. Eh, tapi ternyata. "Loh, kok rasanya beda ya? Gak kayak lasegar strawberry yg dulu biasa ku minum." Ucap umma.
Baru setengah kaleng umma minum, umma merasakan enek dan gak mau minum lasegar lagi. Tapi, kabar baiknya umma jadi bisa minum air putih walau harus hangat. Kalau sampai dingin, air putih itu rasanya berubah, pahit sekali.
Umma sangat bersyukur kala itu, sungguh nikmat rasanya bisa minum air putih lagi. Umma masih keheranan, yaa Allah, sungguh karunia dan kekuatan umma datang langsung dari Allah. Bagaimana mungkin, umma bertahan hidup dengan makan dan minum yang sangat sedikit, sedangkan yang dimuntahkan sangat banyak.
Umma menahankan sakitnya mengandung itu sampai bulan ke-4. 2 bulan umma harus berjarak dengan baba, rasa rindu yang teramat sangat menyayat hati umma. Sesekali baba mengunjungi, tapi waktunya terbatas sekitar 3 hari saja.
Dalam sakit itu, umma terus-terusan berdoa agar kamu baik-baik saja. Baba dan umma sangat mengharapkan kehadiranmu dan kesehatanmu. Di hari ke-8 umma pelan-pelan sudah bisa makan nasi goreng dengan lauk teri nasi goreng. Itu terus makanan sampai satu bulan. Masuk bulan ke-3, perut umma semakin baik. Umma sudah bisa banyak makan ini itu. Baba menghadiahi umma coklat Dubai versi Mesir saat baba bertugas ke Mesir untuk mengantarkan beberapa anak muridnya. Rasanya nikmat sekali bisa makan coklat lagi.
Manis : Coklat Dubai versi Mesir, hadiah dari Baba untuk Umma
Bulan ke-4 mengandung, baba dan umma memutuskan untuk pulang ke Medan. Baba dan umma diantar nenek, buk dia, mamatu, kak Alika dan bang Ameer. Kita jalan-jalan sembari merayakan ulang tahun umma. Banyak hadiah yang umma dapatkan. Umma sangat bersyukur berada dalam keluarga yang harmonis.
Komentar
Posting Komentar